Kotak Bercerita
buka tutupnya, dan dengar dia punya cerita

Pesan dari Indah

Saya sedikit kaget mendengar kabar yang datang sore ini lewat handphone bagus saya, handphone saya yang besar, yang masih bertahan dari saya pertama memiliki handphone, tidak penting rupa-rupanya penjelasan saya tentang handhone. Baik, begini ceritanya,sebuah pesan singkat dari pacar saya ternyata cukup mampu menggetarkan handphone saya menjadi bergetar, 3 kali getarannya, lagi-lagi tak penting rupanya cerita saya tentang getar, tapi dari getar itu munculah sebuah pesan, sebuah kabar. Ini pastinya bukan kabar tentang kekalahan TIMNAS sepak bola kita, karena memang kekalahan TIMNAS sudah tidak lagi mengagetkan kita, juga lagi pula pacar saya tidak suka sepak bola, dia suka edward cullen. Tapi ini masih ada hubungannya dengan Olahraga, walaupun hanya secara sempit, guru olahraga SMA saya akan menikah. Tidak kaget yaa…? pasti begitu, karena anda tidak mengenal guru saya itu, juga tidak pernah satu SMA dengan saya. Masih belum bisa memaklumi kekagetan saya…?? baik, saya maklumi ketidak makluman teman-teman. Sekali lagi ijinkan saya mengulang kata baik untuk memulai penjelasan. Baik, saya akan mulai menjelaskan, karena memang saya sudah ingin menjelaskannya sedari tadi saya mulai kaget.

Saya masuk itu sekolah dipinggir rawa pada tahun 2004, disana saya masuk pada angkatan ke-2, sudah ada ke-2, barang tentu ada kata pertama. Dan angkatan pertama sudah tentu tahun 2003. Nah, sekolah itu memang baru, cat dan keramiknya juga masih baru, masih bagus kala itu, tapi sekarang, saya tidak tahu, bukan tidak tahu, saya tahu, tapi malas untuk menilai itu masih atau tidak lagi baru, karena sudah bukan tempat saya menuntut ilmu, atau mungkin penilaian saya juga satu rupa dengan murid baru yang baru masuk itu sekolah, atau mungkin dia menambahkan beberapa kata baru, lapangannya atau tiang gawangnya yang masih baru. Oke, kita lanjutkan ke pasangan yang baru akan menikah, si mempelai wanita adalah kakak kelas saya,dia tentunya masuk wilayah pada kata angkatan pertama. Mudah-mudahan anda sudah mulai kaget, tidak kaget pun tidak apa-apa, toh motivasi saya bercerita bukan untuk kaget-kagetan, tapi justru untuk mengurangi kekagetan saya, biar hilang begitu.

Sudah tentu jarak usia mereka jauh berbeda, bayangan yang sudah terlanjur melekat di pikiran saya tentunya pun tak mau maklum, mereka guru dan murid, besar dan kurus (maaf, bukan maksud saya menyinggung atau membuat singgungan). Ah, sudah lah, tak penting, jodoh yang kuasa dan yang kita sembah sehari-hari lah yang mengatur, manusia hanya berusaha dan berdoa. Sebenar-benarnya saya ingin berkata jujur, mohon maaf jika baru di paragraf ini saya mengakui, membuat paragfar diatas paragraf ini jadi tak terlalu penting rupanya untuk di ketahui, tapi tak apa lah kawan, hitung-hitung mendengar saya punya kisah tentang guru dan murid. Begini, reaksi dari pacar saya di pesan selanjutnya lah yang membuat saya kaget, dia bilang itu tentang kita yang kapan menyusul mereka punya hajat. Kaget, karena dia memang punya pikiran seperti itu sejak kita pertama kali pacaran, sejak saya bilang saya punya rasa sayang padanya, sejak saya sering-sering menciuminya, sejak sering-sering dia juga berkata dan memanggil saya dengan kata sayang, kaget, karena ini bukan untuk pertama kalinya.

Tapi, saya punya jawaban itu cukup bagus dan bijak untuk ukuran nasehat tentang pernikahan, saya kirimi dia pesan singkat yang tidak singkat, karena saya kirim lewat 2 lembar halaman pesan, saya disitu berkata, kalau saya menunggu saya itu rajin ibadah agar kelak menjadi suami dan ayah yang baik, menunggu mapan, agar istri serta anak saya nanti tidak kesusahan, agar anak saya kelak berpendidikan tinggi, agar istri saya bisa bikin iri, menunggu semua berjalan semestinya, agar baik kedepannya, menunggu itu dia punya sifat jelek musnah benar-benar dari muka bumi, agar saya bisa tentram dan nyaman menyandang kata suami. Tapi dasar rupanya dia juga punya komentar bagus tentang pernikahan, dia bilang selama si pria mampu melamar si wanita, berarti sudah ada itikad baik untuk memulai kehidupan yang baru, tentunya itu sebuah sinyal kalau, pihak laki-laki lah yang menentukan siap atau tidak siapnya menjalin hubungan sakral. Anda bisa tebak, saya punya perasaan itu senang tentunya mendengar atau sebenarnya senang membacanya, karena sekali lagi itu adalah pesan singkat, sebuah sms dari handphone besar saya, yang bergetar 3 kali, sebuah pesan singkat yang indah, dari seorang gadis bertubuh mungil, bernama Indah.

Advertisement

No Responses to “Pesan dari Indah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.